https://www.histats.com/viewstats/?act=1&operation=1002&u=1993123xc1bd05b8b

Selasa, 03 Juli 2018

Perjalananku : Lulus SBMPTN di Tahun Kedua


Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah ya Allah. Mungkin kata itu yang terus aku ucapkan karena kemurahan hati-Nya padaku hari ini. Dia Sang Maha Kuasa atas segalanya, Allah swt. Allah telah membuatku, keluargaku, dan sahabat-sahabatku bahagia. Tak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini kecuali melihat kedua orangtuaku berbahagia; mendengar kabar baik dari anaknya.

Alhamdulillah hari ini aku berhasil lulus SBMPTN di salah satu Universitas negeri di Bandung, Universitas Padjajaran. Sempat gagal di tahun pertama (alias tahun kemarin), akhirnya aku bisa merasakan balasan indahnya di tahun kedua ini. Masya Allah. Meskipun aku tahu, bahwa ini baru awal mula perjuanganku untuk menuju ke gerbang kesuksesan. Dan aku berharap, aku bisa melewati masa-masaku sebagai mahasiswa nantinya, Insya Allah.

Disini aku ingin bercerita bagaimana lika-liku atau perjuanganku yang penuh ‘batu kerikil’ untuk bisa lulus tes SBMPTN 2018 ini. Bagi kalian yang ingin membaca kisahku, check this out !

Berawal dari tahun 2017, tepatnya di bulan Februari. Sebagai siswa SMA yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, aku pun ikut mendaftar SNMPTN karena alhamdulillah aku masuk kuota. Kebetulan, aku masuk di 10 besar siswa dengan nilai rata-rata yang cukup baik lah. Selain SNMPTN, aku pun ikut mendaftar di SPAN-PTKIN untuk cadangan bila-bila aku tak lulus SNMPTN. Tapi aku sangat berharap sekali bisa lulus SNMPTN, dan saat itu aku belum tahu-menahu tentang SBMPTN.

Saat pendaftaran SNMPTN 2017, aku memilih Unpad dan UPI. Sementara untuk SPAN-PTKIN aku memilih UIN SGD Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat hari pengumuman SNMPTN di bulan April, aku dan teman sekelasku bermain di rumah salah satu dari kami untuk syukuran ulang tahunnya. Pengumumannya sekitar jam 14.00. Aku baru membukanya sekitar jam 14.30 , dan hasilnya adalah layar merah tanda aku tidak lulus. Disitu aku kecewa, hatiku patah, rasanya ingin marah tapi marah kepada siapa. Tapi aku ingat suatu kata, ‘setiap orang itu punya rezekinya masing-masing’, dan aku rasa mungkin di SNMPTN bukanlah rezekiku.



Setelah pengumuman kegagalan itu, aku pun langsung mendaftarkan diri di SBMPTN. Aku memilih Unpad di pilihan pertama dan kedua, sementara IPB untuk pilihan ketiga. Masih ada waktu kurang lebih dua minggu untukku mempersiapkan SBMPTN. Ketika aku memulai mengerjakan soal-soal dari buku latihan SBMPTN yang aku beli dari guru BK-ku, aku merasa pusing dan tak menyangka soal-soalnya begitu sulit. Aku pun belajar sebisanya. Disela-sela mempersiapkan SBMPTN, hari pengumuman SPAN-PTKIN pun tiba. Saat itu aku sedang ada di dapur dan langsung membuka website pengumumannya. Lagi-lagi, kata ‘maaf’ menyerangku kembali. Rasanya cukup kecewa tapi tidak se-kecewa saat kegagalanku di SNMPTN. Aku pun terus mengerjakan soal-soal latihan SBMPTN meski dua hari aku harus menginap di suatu tempat bersama teman sekelasku untuk acara perpisahan.

H-1 pun tiba. Karena lokasi rumahku jauh dari tempat tes, aku pun menginap di rumah teman sekelasku yang juga mengikuti SBMPTN. Aku ingat saat itu aku baru tertidur sekitar jam 12 malam dan kembali bangun jam 2 dini hari. Jam 2.30 dini hari aku dan teman-teman pun berangkat dan serahkan hasilnya pada Allah.

Singkat cerita, kami pun selesai bertarung dengan soal-soal super sulit. Apa aku bisa mengerjakannya? Jangan ditanya, aku bisa, tapi hanya sekitar 25% wkwkwk. Untuk melepas rasa penat, kami pun berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Satu bulan kemudian, pengumuman pun tiba. Saat itu sedang bulan puasa, dan aku berharap ada keberkahan dari bulan puasa itu. Aku membuka pengumuman itu sebelum adzan Maghrib- di dapur. Untuk yang ke-sekian kalinya aku ‘ditampar’ oleh kata ‘maaf’ yang menyakitkan itu. Masih mending kata ‘maaf’ karena ditolak wanita, tapi kata ‘maaf’ yang satu ini sungguh membuat hati ini hancur berkeping-keping (haha lebay dikit gapapa kali ya). Tapi sejujurnya sebelum pengumuman itu tiba, aku sudah bicara dengan ibuku perihal jika pil-pahit menimpaku di pengumuman SBMPTN (mungkin kalian bisa baca di artikel ini).


Hari-hari pun berlalu. Aku lalui dengan penuh syukur dan harap. Aku percaya bahwa Allah akan menggantikannya dengan hal yang jauh lebih baik. Aku percaya rencana-Nya akan selalu indah pada waktunya. Mungkin Dia ingin melihatku lebih berjuang lagi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.

Ketika hari-hari Lebaran telah berlalu, aku pun meminta izin kepada orangtuaku untuk mengambil gapyear , dan alhamdulillah mereka mendukung penuh keputusan aku. Hari itu pula tepat tanggal 6 Juli yang juga merupakan tanggal lahirku, aku meluncur ke indoma**t untuk membeli paket belajar dari sebuah bimbel online yang sudah banyak menelurkan para ‘pemenang’ yang gagal di tahun-tahun sebelumnya seperti aku ini. Ku pakai uang THR-ku untuk membelinya, harganya masih kurang dari 500.000 untuk durasi satu tahun. Bukan bermaksud promosi atau apa, dengan penuh hati bimbel online itu juga yang menjadi salah satu andil terbesar dalam berhasilnya aku di tahun ini. Bimbel itu bernama www.zenius.net . Bagi kalian yang ingin mencoba, aku dukung 100%. Recommended sekali.

Lanjut : Aku mulai belajar lagi, teman-temanku sudah memulai kuliah. Rasanya memang sakit, tapi harus aku lalui dengan penuh syukur. Aku ingat sebuah kata ‘siapa yang bersyukur, maka akan ditambahkan nikmatnya’. Temanku ada yang diterima di negeri, swasta, bahkan ada yang langsung kerja. Sebenarnya aku pun saat itu selagi mempersiapkan belajar, aku mencuri-curi informasi tentang lowongan pekerjaan. Tapi alhasil aku belum mendapatkannya.

Meskipun aku telah ditinggal teman-teman dengan perkuliahan dan pekerjaannya, aku mencoba sabar dan bangkit. Aku mulai tumbuhkan kembali semangatku untuk belajar materi SBMPTN untuk tahun depan (2018) . Karena aku adalah anak IPA, aku mengambil paket SAINTEK sesuai dengan jurusan yang aku inginkan. Aku memulainya dengan menonton video motivasi belajar, kesalahan metode belajar, tips sukses belajar dengan baik, dll. Setelah itu aku melanjutkannya ke materi yang sesungguhnya. Dimulai dari bagian TPA (Tes Potensi Akademik) yang menitik-beratkan logika nalar. Setelah TPA selesai dengan soal-soalnya, aku lanjut di bagian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dilanjut bagian TKD (Tes Kemampuan Dasar) mulai dari Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Aku lalui itu semua dengan lancar meski hanya ada sedikit hambatan pada jaringan internet karena aku belajar online. Aku habiskan waktuku untuk belajar dari mulai pagi sampai larut malam di kamar menggunakan notebook, headset, dan tentunya alat belajar lainnya.

Suatu ketika aku berkenalan dengan alumni tahun 2016 yang diterima SBMPTN tahun 2017, namanya Abdurrohman. Ia sekarang berkuliah di UNDIP (Universitas Diponegoro). Aku berbincang dengannya di aplikasi LINE, aku menanyakan bagaimana metode dia belajar, dll. Hingga aku pun dimasukkan dalam grup ‘alumni-alumni club’ di LINE. Disitu ada banyak informasi tentang perkuliahan, try out online, dll.

Karena aku masuk grup itu, aku pun mencoba untuk mengikuti try out langsung seperti pada SBMPTN aslinya. Aku mengikutinya di kota Bogor tepat di bulan Januari. Setelah puas dengan hasil pertama, aku pun kembali mengikuti try out kedua di Sukabumi bulan April. Alhamdulillah hasil TO ku meningkat. Tes SBMPTN 2018 dilaksanakan tanggal 8 Mei 2018. Selain try out langsung, aku pun mengikuti berbagai try out online melalui handphone atau notebook sampai h-7 SBMPTN agar aku siap dan tak terlalu kaget saat tes nanti.

Perjuanganku bukan tanpa kendala dan ketakutan kembali gagal, aku sempat sakit beberapa hari karena selalu tidur terlalu malam. Yang paling membautku takut adalah ketika beberapa hari menjelang dilaksanakannya tes, ada informasi dari pihak panitia SBMPTN bahwa sistem penilaian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ketika mendengar itu semua dan membaca di website resminya, aku mulai down (meski sedikit wkwk). Di grup banyak sekali memperbincangkan mengenai keputusan itu yang tiba-tiba. Aku sendiri sudah menggunakan strategi tahun lalu dimana ketika benar mendapat poin 4, salah -1 (minus satu), dan tidak dijawab tidak mendapat nilai alias 0. Disitu aku bisa memanfaatkan soal-soal yang menurut aku bisa mengerjakannya agar dapat mendulang poin tinggi.

Mendengar keputusan itu, aku pun harus merencanakan strategi lain. Mengingat tahun 2018 sistem penilaiannya berubah menjadi : soal yang bobotnya lebih tinggi (alias soal yang sulit dikerjakan oleh banyak calon mahasiswa) akan mendapat poin tinggi, soalnya sedang poinnya pun sedang, dan jika soalnya mudah (alias banyak yang bisa menjawabnya) poinnya akan rendah. Disitu aku berpikir bahwa aku harus menghatamkan dan memperdalam belajar Fisika dan memperdalam materi-materi yang belum 100% aku kuasai. Aku percaya sistem penilaian yang berubah tidak terlalu mempengaruhi hasil, yang terpenting aku bisa mengerjakan soal dengan baik dengan usahaku selama ini dan tentunya pertolongan dari Allah dan doa-doa orang tersayangku.

Tibalah h-1. Disitu tidak ada kata belajar lagi, tidak ada kata buka buku lagi, dan tidak ada mengerjakan soal lagi. H-1 aku pergunakan untuk mengirim pesan kepada orang-orang terdekatku. Aku meminta doa agar dimudahkan dalam tes dan diberikan hasil yang terbaik. Tak lupa aku pun meminta ridho kepada kedua orangtuaku. Alhasil aku pun merasa tenang dan lega sebelum ujian keesokan harinya. Aku tes di tempat yang sama ketika aku tes SBMPTN tahun lalu. Aku pun sedikit diuntungkan karena setidaknya aku tahu lokasinya dimana.

Aku berangkat dari rumah pukul 03.35 pagi bersama saudaraku menggunakan motor. Sebelum berangkat aku kembali meminta doa dan ridho dari orangtuaku. Aku menyalami tangannya dengan erat dan penuh harap; semoga apa yang anakmu perjuangkan ini akan membuahkan hasil yang bisa membuatmu bahagia. Dengan menggunakan jaket biruku, aku pun berangkat dengan mengucap Basmalah.

Meskipun jalanan sempat macet, akhirnya aku sampai jam 05.30 satu jam setengah sebelum tes dimulai. Karena aku belum shalat shubuh, aku pun mencari masjid di sekitar sekolah. Alhamdulillah aku bisa shalat di salah satu mushola. Disitu banyak sekali para calon mahasiswa yang diantar oleh orangtuanya; ada yang dengan mobil, motor, angkutan umum, ataupun jalan kaki karena dekat dengan rumahnya. Bahkan ada yang sampai menginap di warung dekat tempat tes demi tidak terlambat karena jika terlambat kita akan langsung tidak diikutsertakan dalam proses penyeleksian mahasiswa.

Tak lupa aku pun membawa perbekalan makanan dan juga kopi di botol minuman. Haha mungkin konyol, tapi hal kecil ini mampu membantuku saat mengerjakan soal. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, aku sangat ngantuk ketika mengerjakan soal pada sesi yang kedua padahal disitu ada lumbung nilai. Oh iya bagi kalian yang belum tahu tes SBMPTN khususnya bidang Saintek dimulai pukul 07.30 dan diakhiri jam 09.15 untuk materi TKPA (TPA 45 soal, Matdas 15 soal, Bhs Indonesia 15 soal, dan Bhs Inggris soal). Jam 09.15 sampai 09.45 kami istirahat. Pukul 10.00 sampai 11.45 kami kembali mengerjakan soal bidang TKD Saintek (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi masing-masing 15 soal). Total soal yang harus aku kerjakan adalah 150 soal.

Terbukti, kopi itu menjagaku tetap melek saat mengerjakan soal hahaha. Meskipun tidak semua soal aku kerjakan, tapi aku merasa puas ketika sudah keluar ruangan ujian. Aku begitu yakin dengan jawabanku meski tidak 100%. Setidaknya, apa yang aku kerjakan tahun ini jauh lebih baik ketimbang tahun kemarin.

Tidak ingin seperti tahun kemarin (hanya mengandalkan SNMPTN, SPAN-PTKIN & SBMPTN), tahun ini aku mempunyai plan-b agar tidak terlalu panik ketika aku gagal di SBMPTN kedua ini. Aku mencari-cari informasi untuk mendaftar baik di UM PTN (Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Negeri) maupun UM PTS (Perguruan Tinggi Swasta).

Setelah dua bulan kulalui, lebaran pun telah usai, hari yang ditunggu pun tiba. Seharian aku senam jantung hahaha. Aku takut bila aku akan mengecewakan orangtuaku untuk kedua kalinya. Mulanya pengumuman akan dibuka pada pukul 17.00, tapi sekitar jam 12 siang aku menerima kabar bahwa pengumuman dimajukan dua jam menjadi pukul 15.00 WIB. Disitu jantungku semakin berdebar kencang, lebih berdebar dibanding ketika bertemu dengan gebetan hahaha.

Aku menunggu pengumuman sambil bermain gadget di kamar, sambil melihat cuplikan video pertandingan Piala Dunia 2018 Belgia vs Jepang wkwkwk, tetapi jantung ini makin berdebar. Tepat jam 15.05 aku memberanikan diri membuka notebook dan mengaktifkan jaringan internetnya. Tidak seperti biasanya, websitenya lancar tidak error. Sebelum ashar tiba, aku pun memberanikan diri mengetikkan nomor peserta dan tanggal lahirku dengan tangan gemetaran. Aku pun memencet enter sambil memalingkan muka ke bawah. Setelah kupalingkan kembali wajahku ke layar notebook, Allahu Akbar Masya Allah Alhamdulillah, aku tidak lagi ditampar dicambuk oleh kata ‘maaf’ yang menyakitkan itu. Kini kata ‘maaf’ itu bertransformasi menjadi kata ‘selamat’. Spontan, aku langsung berteriak memanggil ibuku 3x yang sedang menonton televisi. Ibuku langsung menuju kamarku dan aku langsung menunjukkan kata ‘selamat’ itu. Sontak ibuku bahagia haru langsung memelukku, menciumku, dan mengusap kepalaku. Aku sebagai lelaki yang hampir tidak pernah menangis, saat itu juga air mata mengucur di pipiku tanpa ku inginkan kehadirannya. Ternyata seperti itu rasanya sebuah ‘kemenangan’ dan kata ‘selamat’. Aku langsung bersujud syukur dan tak lupa mengucapkan banyak sekali syukur kepada Allah. Hatiku bergetar, lemas, dan rasa cemas lelah itu telah sirna seketika. Berganti rasa senang, bahagia haru, dan bangga. Aku diterima di jurusan dan Universitas impianku, Agroteknologi Universitas Padjajaran.



Tiada yang sempurna kecuali Allah swt. Mintalah padanya, mohonlah padanya berkali-kali disetiap shalatmu atau ibadahmu yang lain. Karena doa berulang-ulang itu seperti sepeda yang dikayuh berkali-kali yang nantinya akan mengantarmu ke tempat tujuan. Usaha dengan dibarengi doa dan ibadah, insya Allah apa yang kamu inginkan akan terlaksana.

Jangan sesalkan apa yang telah terjadi. Bangkitlah dari segala keterpurukanmu. Bila kamu gagal hari ini, itu tanda bahwa Allah telah merencanakan hal yang jauh lebih baik dan indah dari hari ini. Jangan kecewa dengan hasil burukmu dan jangan marah terhadap hasil baik orang lain. Kesuksesan orang lain bukanlah kegagalanmu.

Salam,
Erfransdo
Mahasiswa Baru Universitas Padjajaran 2018

PS : maaf tulisannya terlalu panjang hehe :D

Selasa, 05 Juni 2018

Mohamed Salah : From Zero to Hero

Mohamed Salah ketika meraih gelar PFA (Professional Footballer's Assosiation)




Siapa yang tak kenal dengan Mohamed Salah? Mungkin hampir seluruh dunia tahu siapa itu Salah. Ya, Mohamed Salah adalah pemain sepakbola asal Mesir yang saat ini membela klub Negeri Ratu Elizabeth, yaitu Liverpool FC . Nama lengkapnya adalah Mohamed Salah Ghaly. Ia lahir di Nagrig, Mesir 15 Juni 1992. Di Liverpool, Salah bermain sebagai gelandang sayap.

Awal Karir Sepakbola

Mohamed Salah saat di El-Mokawloon


"Sepakbola bagi saya hanyalah permainan. Mungkin itu bahkan bukan hobi. Mungkin itu adalah mimpi yang mustahil. Namun, saya pikir, untuk pertama kalinya, ini juga bisa menjadi pekerjaan saat berusia 14 tahun. Saya waktu itu bermain untuk klub yang disebut El Mokawloon dan saya bek kiri, mengenakan kaos nomor tiga."

Pada tahun 2002, Salah kecil yang datang dari kota Baison mencoba untuk menimba ilmu mengolah si ‘kulit bundar’ di klub junior El Mokawloon. Salah berada di El Mokawloon selama 8 tahun hingga akhirnya ia dipromosikan ke tim senior pada akhir tahun 2010. Bersama tim senior, Salah tampil sebanyak 41 kali selama dua tahun dan berhasil membukukan 11 gol. Tentu itu adalah pencapaian yang cemerlang bagi Salah ketika usianya masih 19 tahun.

Karir Salah bukan tanpa masalah, ia terpaksa harus berhenti sementara bermain sepakbola ketika sepakbola Mesir dilanda musibah cukup memilukan ketika ‘bencana’ di Stadion Port Said terjadi. Asosiasi sepakbola Mesir mengumumkan hal ini pada 10 Maret 2012. Jelas, ini sangat merugikan para pemain potensial Mesir seperti Mohamed Salah. Namun, dibalik musibah pasti ada hikmah yang terselip di dalamnya.

Klub Eropa Pertama Mo Salah

Mohamed Salah saat di FC Basel


"Jujur saja, saya tidak menyangka (untuk bermain di klub papan atas Eropa). Tapi saya selalu berusaha memperbaiki diri, bahkan saat masih kecil. Saya ingin bermain di level teratas sepakbola Mesir. Tapi di Eropa... saya tidak mengharapkan ini. Tapi ketika saya akhirnya mampu bermain di tim utama klub Mesir, saya mengatakan 'mengapa Anda tidak bermain di Eropa? Anda harus bermain di Eropa '. Lalu saat saya bermain di Basel, saya bilang 'ayo ke klub yang lebih besar'. "

Ketika sepakbola Mesir terhenti, timnas U-23 Mesir menggelar uji coba pertandingan melawan tim asal Swiss, FC Basel. Saat itu Salah bermain di babak kedua, namun meskipun begitu Salah berhasil mencetak dua gol dan membawa Mesir memenangi pertandingan dengan skor 4-3. Nampaknya FC Basel sangat tertarik dengan talenta muda Mesir itu sehingga pada tanggal 10 April 2012 Salah secara resmi menandatangani kontrak bersama Basel dengan durasi 4 tahun.

Debut resmi pertama Salah dengan klub barunya itu ketika Basel melakoni laga penyisihan group Liga Champions melawan tim asal Norwegia, Molde pada tanggal 8 Agustus sebagai pemain pengganti di menit ke-74. Gol pertamanya ketika Basel berhasil mengalahkan tim Lausanne di liga Swiss.

Pada tanggal 11 April 2013, Salah berhasil mecetak gol pertamanya di Liga Europa ketika Basel bersua dengan klub asal Inggris, Tottenham Hotspur. Saat itu, Basel berhasil melaju ke semifinal melalui adu penalty (4-1) setelah skor aggregat 4-4. Namun Basel harus menghentikan langkahnya di semi final setelah kalah oleh klub asal London, Chelsea.

Pada 18 September 2013 Salah berhasil mencetak equalizer melawan Chelsea dengan kemenangan 2-1 selama penyisihan group. Pada tanggal 26 November, Salah berhasil memboyong satu gol untuk kemenangan 1-0 atas Chelsea yang membuat klub asal London tersebut harus menelan kekalahan untuk yang kedua kalinya.

Chelsea Memboyong Salah

Mohamed Salah berseragam Chelsea


Chelsea sudah beberapa waktu memantau perkembangan pria asal Mesir itu dan sepertinya Jose Mourinho pelatih Chelsea saat itu berhasrat untuk membawanya ke Stamford Bridge. Pada 23 Januari 2014, Chelsea mengumumkan bahwa terlah tercapai kesepakatan untuk transfer Salah dari Basel dengan biaya yang dilaporkan sekitar £11 juta. Pada 26 Januari 2014, Chelsea mengumumkan bahwa transfer Salah telah rampung dan menjadikannya pemain Mesir pertama yang bergabung dengan klub tersebut. Ia menandatangani kontrak berdurasi lima setengah tahun dan akan mengenakan kaus bernomor punggung 15.  Pada tanggal 22 Maret 2014 Salah mencetak gol pertamanya untuk Chelsea saat melawan Arsenal di Stamford Bridge dalam Derby London, masuk sebagai pengganti Oscar, dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 6-0 untuk The Blues. 

Catatan penampilan Salah bersama Chelsea tidak banyak, hanya 13 kali tampil dan ia berhasil menyumbangkan 2 gol. Nampaknya karir Salah saat di Chelsea tidak sebegitu cemerlang ketika berada di Basel. “The Special One” julukan Jose Mourinho (pelatih Chelsea) itu lebih memilih Oscar dan Willian ketimbang pria muda asal Mesir itu.

"Saat di Chelsea, Salah tidak bisa mengerti Jose Mourinho, dan sebaliknya. Dan dengan adanya Willian dan Oscar, situasi Salah semakin memburuk. Dia pergi ke Fiorentina namun ia akhirnya pergi (dari Fiorentina) karena dia pikir dia cukup baik untuk Roma, sebuah klub yang akan berpeluang berada di Liga Champions Eropa,” ungkap Ahmed Mido, salah satu legenda sepakbola Mesir.

Mo Dipinjamkan ke Fiorentina

Mohamed Salah bersama Fiorentina


Kurang puas dengan penampilan Mo Salah di Chelsea, akhirnya klub asal London tersebut meminjamkannya ke klub asal Italia, Fiorentina untuk menambah jam terbang Salah nantinya.

Dua musim bersama Fiorentina, Mohamed Salah diberikan waktu menit bermain yang cukup banyak di tengah usianya yang terbilang masih cukup muda dan minim pengalaman di liga elit Eropa. Tercatat pemain ini tampil sebanyak 34 kali dengan sumbangan 14 gol. Hal ini membuat Fiorentina masih bercongkol di papan atas Seria A salah satu kompetisi sepakbola di negei Pizza tersebut dan menjadi klub yang menakutkan.

AS Roma Menggaet Mo Salah

Mohamed Salah bersujud usai cetak gol untuk AS Roma


Penampilan gemilang Mo Salah di Fiorentina sepertinya membuat AS Roma kepincut dengan talenta asal Mesir tersebut meskipun Salah masih dalam masa peminjaman oleh Chelsea kepada Fiorentina. Perjalanan klub ibu kota Italia tersebut untuk mendaratkan Salah ke Stadion Olimpico Roma tidak berjalan dengan mulus. Kabarnya pihak manajemen Fiorentina merasa kecewa dengan klub pemilik sah Salah, Chelsea. Dalam klausal peminjaman Salah ke Fiorentina klub ini mendapatkan hak untuk memperpanjang masa pinjam. Tapi sebelum hal itu terjadi manajemen Chelsea telah menjual Salah ke AS Roma dan ditambah atas keinginan sang pemain untuk meninggalkan La Viola.

Bersama AS Roma, Mohamed Salah bermain sangat impresif. Ia berhasil mengantarkan klub ibu kota tersebut berada di urutan 2 Liga Serie A setelah kalah selisih poin dengan Juventus untuk perebutan liga bergengsi di Italia tersebut. Total 31 penampilan ia lakoni bersama AS Roma dan berhasil menyumbangkan 15 gol.

Mo Salah Mendarat di Anfield

Mohamed Salah merayakan gol bersama Liverpool


"Saya tidak melihat dia bermain saat ia di Chelsea. Saya melihatnya saat masih di Basel lalu berada di luar jangkauan radar saya. Lalu saya melihatnya lagi di Fiorentina. Saya tidak melihat beberapa permainannya di Chelsea, itu adalah 19 (kali bermain) atau sesuatu yang saya pernah baca. Itu biasanya bukan angka buruk bagi pemain muda di tahun pertama mereka di Chelsea, tapi dia ingin bermain lebih banyak,” ungkap Jurgen Klopp, pelatih Mo saat ini di Liverpool.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang mengapa dia pergi ke Chelsea. Aku tidak tertarik dengan situasinya dulu. Tapi, jika dia bermain lebih baik di Chelsea saat itu, mungkin kami (Liverpool) tidak akan memilikinya saat ini, jadi saya bahagia,” lanjutnya.

Kegemilangan Salah ketika bermain di tim ‘Srigala Roma’ nampaknya membuat klub asal Inggris, Liverpool FC sangat mendambakan sosok Salah untuk menambah daya gedor “The Reds” julukan Liverpool agar bisa kembali bersaing di papan atas Premier League dan berbicara lebih banyak di Liga Champions. Atas kecemerlangan Salah ini, akhirnya Liverpool berhasil mendaratkan Salah ke Anfield untuk awal musim 2017/2018 dengan biaya transfer yang cukup fantastis, yaitu £35 juta.

Keputusan Liverpool untuk menandatangkan Salah ke Anfield adalah keputusan yang sangat brillian karena bersama Liverpool, Salah berhasil mencetak 32 gol di Premier League dan 43 gol serta 13 assist di semua kompetisi sehingga membuat dirinya menjadi top skor Premier League dan memenangkan gelar PFA (Professional Footballers' Association). Selain itu, duetnya bersama Roberto Firmino dan Sadio Mane pun menjadi trisula tersubur di kancah sepakbola Eropa.

Puncaknya ketika Salah berhasil membawa Liverpool melaju hingga babak final Liga Champions untuk pertama kalinya setelah satu dekade terakhir dengan hanya menelan satu kekalahan sebelum menembus final ketika ditumbangkan AS Roma mantan klubnya saat leg kedua di Stadion Olimpico Roma. Namun sayang Liverpool belum mampu meraih gelar Liga Champions setelah takluk dari tim ibu kota Spanyol, Real Madrid dengan skor 3-1. Di pertandingan ini Salah hanya bermain selama 31 menit sebelum ditandu keluar lapangan setelah dilanggar oleh pemain belakang Madrid, Sergio Ramos.

Karir Internasional Mo Salah

Mohamed Salah disambut warga Mesir ketika berhasil membawa negaranya ke Piala Dunia Russia 2018


Pada 9 Juni 2013, Salah mencetak hat-trick dan membantu Mesir memenangkan pertandingan keempat berturut-turut mereka di kualifikasi Piala Dunia. Pada pertandingan berikutnya, ia mencetak gol yang memenangkan kualifikasi untuk Mesir. Salah kemudian mencetak gol keenam dalam pertandingan kualifikasi untuk pencetak gol terbanyak di antara semua tim Afrika di babak kualifikasi.

Puncak penampilan Salah adalah ketika ia berhasil mengantarkan Mesir ke Piala Dunia Russia 2018 setelah menumbangkan Kongo dengan skor 2-1 dalam laga dramatis karena Mesir baru bisa mengunci kemenangan ketika laga memasuki babak pertambahan waktu babak kedua melalui ekseskusi penalty Mohamed Salah. Saat itu, Salah lah yang memboyong dua gol untuk Mesir melangkah ke putaran Piala Dunia pertama kalinya sejak tahun 1990.

Kepribadian Mo Salah di Luar Lapangan

Mohamed Salah berbaur dengan warga di tanah kelahirannya


Seperti kita ketahui, Mohamed Salah adalah salah satu pemain sepakbola muslim bersama Sadio Mane yang berada di Liverpool. Salah adalah muslim yang taat, beberapa kali ia terlihat sedang membawa dan membaca Al-Qur’an baik di pesawat ataupun di tempat lainnya.

Salah pun sering mengirim bantuan atau sumbangan kepada negaranya, terutama tempat kelahirannya. Ia banyak menyumbangkan penghasilannya untuk membangun pusat-pusat olahraga, pendidikan ataupun kesehatan di tanah kelahirannya. Tidak hanya di negaranya, Salah juga banyak membantu kaum muslimin di tempat tinggalnya bermain sepakbola seperti saat di Roma dan saat ini di Inggris. Akhir-akhir ini Salah pun menyumbangkan sepatu berharganya kepada British Museum yang ada di Inggris. Benar-benar pemain yang begitu mulia.

Mohamed Salah sedang membaca Al-Qur'an di dalam pesawat


*
From Zero to Hero, itulah yang menggambarkan sosok pesepakbola handal asal Mesir tersebut. Berangkat dari bocah kecil yang bermimpi menjadi pesepakbola hebat; memulai ilmu sepakbolanya bersama El Mokawloon, berhenti bermain karena bencana sepakbola negerinya, lalu dipinang tim Eropa pertamanya FC Basel, di rekrut Chelsea, bermain di Italy bersama Fiorentina dan AS Roma sebelum berlabuh di Anfield bersama Liverpool yang membuatnya semakin menjadi pesepakbola hebat di dalam maupun di luar lapangan.

Selain ciamik dalam mengolah si kulit bundar, ia juga merupakan sosok yang sangat humble dan taat dalam beribadah. Dakwahnya tentang islam melalui sepakbola sangat patut untuk kita tiru, apalagi attitude-nya.

Selebrasi sujud Mohamed Salah di tim yang pernah dibelanya


Dengan kondisi saat ini yang masih belum pulih 100%, kita doakan agar Mohamed salah mampu lekas sembuh dan bisa tampil apik bersama Mesir di Piala Dunia 2018 Russia satu bulan lagi.


Referensi Sumber Tulisan :


Sumber Foto :

https://twitter.com/BabaGol_/status/966394161715957767/photo/1?tfw_creator=VIVAcoid&tfw_site=VIVAcoid&ref_src=twsrc%5Etfw&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.viva.co.id%2Fbola%2Fsoccertainment%2F1027364-kisah-dermawan-mohamed-salah-selalu-ingat-kampung-halaman